Bonti adalah sebuah kecamatan kecil dan konon menurut para sesepuh adalah kecamatan tertua yang tergabung dengan kabupaten sanggau. Menurut para sesepuh pada zaman penjajahan jepang bonti merupakan jalur sutra yang dilewati para tentara jepang untuk menuju perbatasan malaysia dari “basekamp“nya di sanggau pada masa itu. Jalur air yang memanfaatkan aliran sungai sekayam yang membelah bonti menjadi 2 bagian.
Populasi:
Penduduk bonti yang mayoritas adalah suku dayak dan suku melayu. Ke dua suku ini tersebar luas di seluruh penjuru bonti hingga kini 2 suku ini hidup rukun tanpa ada permasalahan yang berarti. suku dayak memberi nama panggilan khusus untuk suku melayu yaitu dengan sebutan sinan yang artinya pantai karena mayoritas populasi suku ini (melayu) di pesisir aliran sungai sekayam yang melintasi bonti, sedangkan suku melayu juga memberi sebutan khusus untuk saudaranya suku dayak dengan sebutan darat karena memang populasi dari suku dayak ini mayoritas hidup di daerah yang relatif lebih tinggi.

